Rabu, 17 April 2013

Strategies of TOEFL Listening Section


TOEFL listening section, tests the ability of a student, especially a non-native English speaker, to understand spoken English (accentuated) in educational setting. Listening is an important skill to understand the concepts and ideas. Only when the concepts are understood completely it becomes a lighter task to score in the listening section of TOEFL test. In order to develop the listening skills for TOEFL, there are certain set of listening strategies or steps. They are explained in detail given below.
  • Preparation Strategies

☑ Listen to spoken English from multiple sources as much as possible. Listen to English spoken movies and English spoken TV channels, listen to the radio and as many other listening sources as you may find. It would be better if your passages are academic or close to what is in TOEFL iBT. The more you practice listening, the better listener you will become.
☑ Listen for the main idea. It is usually found at the beginning of the listening passages, while the details are dispersed throughout the lecture. The main idea will give you understanding of what the conversation/lecture is about. Then you may listen for details.
☑ Learn to find how the ideas are presented in the listening passage. Some of the main relations between ideas include cause/effect, compare/contrast, and steps in a process.
☑ Learn to listen for signal words that indicate different part of the passage - introduction, major steps, examples, conclusions, etc.
☑ Build your vocabulary. While listening, try to guess the meaning of unfamiliar words from context. It is very important since there is a big chance to come across words you don't know at the real test. Then, you should guess their meaning. Write down every word you don't know and include it in your wordlist. Try to memorize it and use it in your speaking and writing. Flashcards could be a great way to improve your vocabulary.
☑ Listen to conversations or lectures with variety of accents. In TOEFL iBT Listening section there is a variety of accents and pronunciations. For this reason, you should practice listening to a people with different accents and pronunciation patterns.
☑ Practice note-taking. Note-taking is allowed during all sections of TOEFL iBT. Effective note-taking may highly improve your performance. It is almost impossible to memorize all clues and details provided in the Listening section. Moreover, you can hear the passages ONLY ONCE. Therefore, to answer the questions you have to rely on what you remember from the passage and your notes. See also our Effective Note-Taking Strategies.
☑ Summarize in writing what you have heard, using your notes. Thus, you will learn to find the purpose and main idea of the listening, and also the most important details. You will also learn to take and use notes. It also helps in improving your writing skills.
☑ Familiarize yourself with the type of questions in TOEFL iBT. Make sure that during the preparation you learn what answers are required by the different types of question. Some questions may ask you to provide two answers, others to click in a chart box. If you are familiar with the question types, you may save important time.

  • At the exam strategies

✔ Forget about the Reading section. Now it is time to fully concentrate on the Listening section.
✔ The clock is ticking only when you are answering the questions and not when you are listening to the passages. So, when you listen, forget about the clock.
✔ Prepare for note-taking. Before the section starts, write down the words 'main idea', 'major points', and 'important details'. Under which word you will place your notes from the listening passage.
✔ Do not be distracted by the speaker's accent, speaking style and delivery. Focus on the content and flow of information the speaker(s) deliver.
✔ Listen to find clues that will help you understand what the speaker's purpose, attitude and degree of certainty is. Listen for words that show relationship between ideas.
✔ Pay attention to the visual materials. Some of the visual materials in the Listening section bring important information. Blackboards show important words or phrases that are discussed during the lecture. Illustrations and graphics support the information presented in the lecture. They are available only when the lecturer refers to them.
✔ Answering is different. In the Listening section you may not return to the previous questions to correct your answers. Nevertheless, you have to confirm twice that you want to move to the next question. First, when you provide your answer you have to press the NEXT button. After pressing the NEXT button you may alter you answer. To move to the next question you have to press OK button. Sometimes test takers forget this and lose important time. Please, set your mind that you have to press two buttons.
✔ Take a guess. There is no penalty for an incorrect answer in TOEFL iBT. It doesn't bring any points. If you see you are running out of time, just take a guess and mark answers for all remaining questions. There is 25 % chance to guess the right answer.


Selasa, 09 April 2013

Hocus Pocus

Love is simple, but most people tend to overanalyze it. Ada hal-hal dalam hidup ini yang tidak bisa dijelaskan dengan logika. We simply  have to feel it.

Cinta memang tidak bisa dipaksakan, seperti halnya kehadirannya yang tidak bisa ditolak.

Hanya orang bodoh yang membiarkan otak mereka memutuskan apakah mereka sedang jatuh cinta atau tidak. Love is a celebration of feeling. You have to use your heart to feel it, not your brain. Kalau kamu benar-benar jatuh cinta pada seseorang, hatimu akan tahu.

Melabeli itu berarti memberikan batasan pada sesuatu. Banyak hal dalam hidup ini yang tidak bisa dilabeli dengan kata-kata yang punya keterbatasan. Padahal untuk bisa memahami hal-hal yang tidak bisa dilabeli, kita hanya perlu jujur merasakannya dengan hati. Sesederhana itu..

Masalahnya, orang-orang terlalu banyak memikirkan hal-hal yang tidak penting, lalu mereka dibuat bingung sendiri oleh pikiran-pikiran itu. Tak heran mereka tidak bisa melihat sesuatu yang sudah begitu jelas didepan mata mereka. Bukannya mendengarkan kata hati nurani, mereka malah membiarkan pikiran mereka sibuk menganalisis ini dan itu. Padahal semua jawaban pertanyaan mereka sudah ada dihati mereka. Yang perlu mereka lakukan cuma mendengarkan suara kecil yang ada didalam diri mereka. That little voice inside us always tells the truth, but most people take it for granted.

Kita memang melihat kehidupan ini dengan sepasang mata, tapi dengan hatilah kita baru benar-benar bisa menatap apa yang ada didalam kehidupan ini. Kita berpikir terlalu banyak untuk hal-hal yang sebenarnya hanya perlu dirasakan..


Rabu, 03 April 2013

Lessons Learned




- Bukan bagaimana dunia memperlakukan kita, tapi bagaimana kita merespon itu yang penting.

- Destiny is what we make. Not them.

- Sikap menghindari konflik itu ga realistis.

- Terlalu “takut” ga akan ngebawa kita kemana-mana. Cuma diam di satu tempat selama-lamanya.

- Family always comes first.

- Jangan biarin orang lain ngedikte kehidupan kita seharusnya seperti apa. Kita merdeka buat nentuin masa depan kita sendiri.

- Ga ada yang ideal di dunia ini. Semua tergantung gimana kita ngeliatnya.

- Masa muda waktunya kerja keras, masa muda waktunya babak belur.

- Kasih itu pemaaf, tulus, menerima apa adanya, mampu berkompromi dengan hal yang paling pahit sekalipun.

- Nasib itu sangat patuh, objektif, dan menyetiakan dirinya kepada kita SESUAI dengan kualitas upaya kita.

- Adalah bodoh kalo lo berpikir akan selalu bisa nyenengin orang lain.

- Maafin kebodohan kita di masa lalu. Selalu ada kesempatan untuk jadi orang yg lebih baik setiap hari.

- Jangan jadi orang rata-rata, jadilah pengecualian.

- Kapan kita bisa dibilang kaya? Saat kita punya sesuatu yang ga bisa dibeli dengan uang.

- Bilang sama orang-orang yang selalu ngeremehin lo, “Jangan liat gue hari ini, liat suatu hari nanti".

- Bukan menyelesaikan hal-hal yang besar. Tapi melakukan hal kecil dengan semangat yang besar.


Joey


Jumat, 01 Maret 2013

Welcome March

Bulan Maret. Kalau diminta mendeskripsikan bulan yang satu ini gue akan jawab "Birthday Parties", ya pesta ulang tahun bertebaran di bulan ini. Selain teman-teman yang gue kenal, 3 orang sahabat gue juga menambahkan angka diumur mereka pada bulan ini. Tahun lalu dibulan Maret juga banyak hal yang menyenangkan yang terjadi, yang sekarang menjadi good memories.

Dibawa keliling UI untuk ngedengerin curhatan seorang sahabat yang akhirnya bikin gue tau jalan-jalan tembusan UI dan malamnya dapat ucapan "Thanks kupingnya, gue percaya sama lo!" siapapun pasti senang tiap dapat ucapan gue percaya sama lo.
Berhasil ngasih surprise ke dua sahabat gue.
Kenalan dengan dua anak band yang gila.
Berkunjung ke studio musik tempat dua sahabat gue latihan.
Nonton dua sahabat musisi gue manggung di satu stage yang sama untuk pertama kalinya.
Jadi mbak-mbak penjaga barang dadakan sebuah band.
Ngeliat dua bintang terang setiap malam disebelah barat langit, yang ujung-ujungnya baru gue tau salah satu dari dua bintang terang itu ternyata planet.
Ngucapin "I love you pipi and my best guyfriend!" ke seorang sahabat untuk hari yang menyenangkan yang udah dia kasih.
Lomba bangun subuh dengan dua orang tersusah dibangunin.
Naik kelantai paling atas parkiran kampus jam 7 malam.
Tau care-nya teman-teman sekelas dengan ngeliat perjuangan mereka ngambil kertas laporan gue yang terbang ke atap lantai 2 kampus.
Makan bubur kacang ijo pinggir jalan bersama seorang sahabat.
Dibawa keliling Beji dan akhirnya tau tempat-tempat baru lagi.
Surprise yang ketiga untuk seorang sahabat.
Dan masih banyak lagi good memories yang terselip untuk kembali diingat.
Tahun lalu gue nyebut bulan Maret sebagai bulan keajaiban. Karena bintang yang dibilang teman gue planet itu muncul cuma selama bulan Maret, setelah itu ga ada lagi pemandangan pasangan bintang terang, yang terangnya banget-banget.

Dan sekarang gue bersiap untuk bulan Maret ditahun ini. Setelah berbagai hal yang terjadi dibulan Februari,

Gue ikut ujian aslab yang ternyata harus gagal di test terakhir setelah melewati berbagai macam test. Sedih? tepatnya kecewa. Kecewa karena diakhir gue malah ga memaksimalkan diri gue. Tapi mungkin ini pelajaran yang Tuhan kasih ke gue. Supaya kelak gue tetap berjuang, bertahan ngasih yang terbaik sampe detik terakhir. Awalnya gue mikir "tau gini mending gagal dari awal" tapi setelah itu gue ngubah pemikiran gue dan malah bersyukur ke Tuhan. Dia ngasih gue kesempatan untuk tau dan ngerasain gimana ditest oleh seorang kepala staff. Dan satu lagi pelajaran yang ngebuat gue bersyukur "kalau Tuhan ngijinin gue jatuh dari lantai paling atas, itu berarti Dia tau gue kuat untuk berdiri lagi."

Salah seorang teman gue ngasih gue sebuah pertanyaan yang gue sendiri kaget dengan jawaban yang gue kasih "ko elu ga punya-punya pacar sih?" "mungkin yang gue cari bukan pacar" dan setelah itu terjadi dialog antara gue dan dia mengenai jawaban gue itu, ada kalimat dari gue sendiri yang gue baru sadar setelah gue ngucapin itu.
"gue tinggal dan bergaul dengan lingkungan yang mayoritas beda sama gue. Jadi gue ngejaga diri gue untuk ga main-main, gue mikir kalau gue pacaran beda agama ujung-ujungnya pasti putus, gue ga mau main-main, keliatannya sih gue kaya orang yang suka main-main sama haus kasih sayang cowok tapi sebenarnya yang gue cari emang orang yang nantinya ya kemungkinan jadi jodoh gue bukan pacar." Entah itu cara ngeles terbaru gue di tahun 2013 atau apa.

Untuk pertama kalinya gue absen acara surprise ulang tahun sahabat gue. Selama ini gue salah satu orang yang ga pernah mau kelewatan satu pun moment kebersamaan, gue akan berusaha untuk selalu hadir. Tapi hari itu, akhirnya gue ngerasain juga gimana sedihnya, gimana ga enaknya, gimana kesepiaanya, ga bisa ikutan. Ngebayangin mereka ketawa dan gue ga bisa ada disana untuk ngerasain kebahagiaan itu juga. Melewatkan satu kenangan bersama, disaat nanti mereka ngenang hari itu gue harus dengan rela diam karena gue absen. Semoga itu untuk pertama dan terakhir kalinya, gue berharap bisa terus-terus hadir dalam moment-moment spesial persahabatan gue itu.

Dan bulan Februari gue ditutup dengan conversation bersama seorang teman yang selalu hapal setiap kata-kata gue. Malam tanggal 28 berakhir dengan kalimat dia "kan kata lo, jangan pernah nebak perasaan orang, karena kadang kita sendiri aja gatau perasaan kita gimana" gue senang, gue senang setiap kali dia ngingetin gue lagi dengan kata-kata yang pernah gue ucapin.

Terimakasih Februari..
Maret.. selain bertepatan dengan bertambah banyaknya teman yang seumur dengan gue, bulan Maret ini juga bertepatan dengan dimulainya perkuliahan semester 6. Perjuangan disemester 6 bakal lebih berat, karena tugas Penulisan Ilmiah menanti. Di semester 5 gue ga maksimal, gue kalah sama keadaan, semenjak kejadian penuh pelajaran dan perubahan dalam hidup gue, gue mengacaukan kegiatan perkuliahan gue, banyak hari dimana gue lebih dikuasain sama mood gue dibanding gue yang ngendaliin mood gue. Sebenarnya ada banyak wish yang pengen gue buat dibulan Maret ini, tapi setelah gue pikir-pikir, gue cuma butuh satu wish, gue ga berharap bulan Maret ini akan berakhir menyenangkan, gue cuma berharap, hari ini, gue bisa melakukan yang terbaik yang bisa gue lakuin untuk gue ataupun orang lain..

Welcome March

Kamis, 21 Februari 2013

Judge

Kadang, atau bahkan sering dari kita ngejudge sesuatu hanya dari depannya saja, tanpa mau tahu apa yang terjadi dibelakang. simplenya kita ngejudge orang dari tingkah lakunya tanpa kita tahu alasan dibalik perilakunya itu. contohnya orang yang malas kuliah atau berhenti kuliah belum tentu itu karena keinginan mereka atau sifat mereka yang malas, banyak hal sebenarnya yang bisa menjadi alasan dibalik semua tindakan itu, mungkin karena sebenarnya orang yang malas kuliah itu dipaksa untuk masuk jurusan yang engga dia suka padahal dia punya passion yang begitu besar ke jurusan lain, atau orang yang memutuskan berhenti kuliah bukan karena dia engga menghargai pentingnya bangku kuliah tapi karena dia memilih mendahulukan kepentingan keluarganya yang saat itu mungkin ekonominya tidak begitu memungkinkan. atau masih banyak lagi hal yang bisa dijadikan alasan masuk akal untuk yang orang sering pikir tindakan negatif mereka. ya terkadang kita, manusia, sering langsung mengambil kesimpulan hanya berdasarkan apa yang kita lihat. berhenti melihat disatu sisi. padahal selalu ada dua sisi dalam kehidupan ini.

tapi bukan soal orang yang malas kuliah atau berhenti kuliah yang akan gue bahas.
jangan pernah ngejudge seseorang sensian kalau lo engga pernah tau apa aja yang udah dia lewatin dalam hidupnya atau lo engga pernah tau gimana berada diposisi dia. kadang sifat sensitif itu bukan hadir dengan sendirinya..
contohnya orang yang pernah dicuekin oleh teman-temannya atau bahkan pernah dimusuhin oleh teman-temannya, ketika temannya memperlakukan dia beda sedikit saja maka rasa takut akan kejadian buruk yang pernah terjadi akan muncul. rasa curiga, rasa khawatir.. bukan mau dia kalau dia jadi begitu sensitif atau sebenarnya memang wajar kalau dia jadi sensitif..
engga ada satu orang pun didunia ini yang ingin jadi orang sensian, curigaan, khawatiran. karena pada dasarnya semua sifat itu menyiksa sang pemiliknya.
gue bersyukur untuk kejadian beberapa bulan lalu dalam kehidupan gue yang begitu menyakitkan tapi mengajarkan gue banyak hal, termasuk tentang ngejudge. betapa fatalnya hasil dari ngejudge itu. dari situ gue belajar untuk mulai melihat sesuatu dari dua sisi, engga mengambil kesimpulan sendiri dari satu sisi. satu hal yang terpenting dari semua hal yang terjadi dalam kehidupan sebenarnya adalah "ALASAN". alasan mengapa itu terjadi, alasan mengapa orang atau kita melakukan hal itu.
"sometimes the only thing that people see is what you did. when in fact, they should be looking at why you did it."
cari tahu, cari tahu terlebih dahulu kenapa dia bisa jadi seperti itu. cari tahu terlebih dahulu kenapa orang bisa sensian. cari tahu terlebih dahulu kenapa orang itu jadi orang yang tidak percaya pada siapapun. cari tahu terlebih dahulu kenapa orang itu memilih ansos. cari tahu terlebih dahulu kenapa orang itu memilih jadi pendiam. cari tahu terlebih dahulu kenapa orang itu melakukan hal nekat seperti itu. cari tahu terlebih dahulu kenapa orang itu berperilaku kasar.
selalu.. selalu ada alasan dibaliknya. Tuhan tidak menciptakan umat-Nya dengan sifat jelek. kita semua terlahir baik. Tuhan tidak pernah merencanakan keburukan atau kecelakaan.

bukan mau sok benar, sok religius, sok menasehati, sok engga pernah ngejudge.
gue bukan seseorang yang engga luput dari kesalahan, gue pernah, bahkan bisa jadi tanpa gue sadar gue orang yang sering ngejudge orang lain. tapi setelah gue tau rasa sedih atau sakitnya ketika orang hanya melihat apa yang lo lakuin tanpa mereka ingin tahu atau mencari tahu kenapa lo ngelakuin hal tersebut, semenjak itu akhirnya gue menemukan cara melihat kehidupan dari sisinya yang kedua. mungkin benar kata orang bijak yang bilang "kita dikecewakan agar tidak mengecewakan" bisa jadi kalau tidak karena kejadian tersebut gue sampai sekarang masih jadi salah satu orang yang dengan gampangnya melihat dari satu sisi dan tidak mempedulikan sisi yang lainnya. jadi orang yang juga berkata orang itu memiliki sifat buruk, yaitu sensian. padahal dia begitu karena dulu dia pernah terluka.
"kadang ada sesuatu yang engga akan pernah kita tahu seperti apa rasanya sampai akhirnya kita merasakannya sendiri." jadi jangan langsung dengan mudah menilai hidup seseorang karena bukan kita yang menjalankan hidupnya itu. kita mungkin tahu apa saja yang terjadi kepada teman kita, masalahnya, kesedihannya, tapi kita tidak pernah bisa benar-benar tahu persis rasanya melewati atau mengahadapi itu semua sebagai dia. banyak hal negatif yang bisa berputar-putar dikepala kita ketika kita melihat sesuatu yang negatif, engga muna, gue juga sering mengalami hal itu, dan disitulah perilaku judge itu muncul dengan gampangnya, tapi dari ratusan hal negatif itu, we have to admit kalau ada satu hal positif yang sebenarnya terpikirkan oleh kita. salahnya kadang kita meremehkan atau mengabaikan satu yang terpenting itu dan lebih mempedulikan ratusan yang terlintas.

sejahat-jahatnya pencuri dia engga mungkin mencuri roti dari anak kandungnya yang sedang kelaparan, sesuci-sucinya pendeta/ustad dia engga mungkin engga pernah melakukan sebuah kesalahan.
.ǝʌıʇɔǝdsɹǝd ʇuǝɹǝɟɟıp ɐ ɯoɹɟ ǝɟıl ʇɐ ʞool oʇ ǝʌɐɥ noʎ sǝɯıʇǝɯos

sekedar berbagi kisah, gue punya seorang teman yang suka telat dan susah datang pagi kekampus, gue jengkel dengan sifat buruknya itu, dan ngejudge dia sebagai orang yang memang engga bisa disiplin. sampai akhirnya Tuhan mengijinkan gue tahu apa yang sebenarnya terjadi, dia ngebantu ayahnya bekerja sebelum dia pergi kekampus. see? terbukti kan, engga selalu yang terlihat buruk itu buruk dan juga sebaliknya. Never judge things by their appearance. karena rumah yang terasnya terlihat gersang belum tentu dihalaman belakangnya tidak ada kolam renang, just 'open the door'! ☺


Selasa, 05 Februari 2013

Kehilangan


Pernah ada seorang teman yang bertanya "Dian lo pernah kehilangan sahabat ga?"
saat itu bulan September, dan jawaban yang Ia terima adalah "pernah, gue kehilangan teman-teman baik SMP gue. sekarang kita kaya orang asing gara-gara udah lama ga ketemu dan pisah padahal dulu dekat banget"

Apabila ada orang yang menanyakan hal yang sama lagi sekarang ini, akan ada jawaban berbeda.
4 bulan berlalu setelah pertanyaan itu, ternyata banyak hal yang terjadi, banyak hal yang terpelajari, salah satunya tentang kehilangan.
Bagiku, kehilangan bukan hanya tentang jarak atau waktu. bukan tentang perpisahan dengan seseorang karena sebuah jarak. bukan tentang waktu yang tidak bisa lagi mempertemukan.
Bagiku, kehilangan yang sebenarnya adalah, disaat mereka orang-orang terdekatmu, masih berada didekatmu, namun telah menjadi orang asing.

Rasanya lebih milih dipisahkan oleh jarak namun masih tetap bisa berhubungan, berbagi segala hal. rasanya lebih milih tidak memiliki waktu untuk bertemu namun masih tetap saling membagi dan memberitahukan kegiatan masing-masing, bertukar cerita-cerita seru yang terjadi.
Ga enak.. rasanya ga enak. orang yang dulu kita kenal dekat sekarang kita tidak tahu apa-apa tentang dia. orang yang dulu selalu tertawa bersama kita namun sekarang bisa tersenyum bersama pun sudah bersyukur.

....
"Apakah sesuatu yang hilang bisa kembali?"
Bagiku, tentu bisa.
Mereka yang telah ditakdirkan menetap dalam kehidupan kita akan kembali, with their own way.

Sabtu, 02 Februari 2013

A Reason

Sometimes people come into your life and you know right away that they were meant to be there. They serve some sort of purpose, teach you a lesson or help figure out who you are or who you are to become. You never know who these people, maybe your classmate, your neighbour, friend, long lost friend, best friend, lover, or even a complete stranger, when you lock eyes with them, you know that very moment, that they will affect your life in some profound way. And sometimes things happen to you and at the time they seem horrible, painful and unfair, but in reflection you realize that without overcoming those obstacles you would never have realized your potential, strength, power of heart.
Everything happens for a reason. Nothing happens by chance or by means of good or bad luck. Illness, injury, love, lost moments or true greatness and sheer stupidity all occur to test the limits of the soul. Without these small test, if they be events, illnesses or relationships, life would be like a smooth paved, straight, flat road to nowhere. Safe and comfortable but dull and utterly pointless. The people you meet who affect your life and successes and downfalls you experience, they are the ones who create who you are. Even the bad experience can be learned from. Those lessons are the hardest and probably the most important ones. If someone hurts you, betrays you, or breaks your heart. Forgive them, for they helped you learn about TRUST. And the importance of being cautious to whom you open your heart. If someone loves you, love them back unconditionally, not only because they love you. But because they are teaching you to love and opening your heart & eyes to things you would have never seen or felt without them. Make everyday count. Appreciate every moment and take from it everything that you possibly can, for you may never be able to experience it again. Talk to people you have never talked to before, and actually listen, let yourself fall in love, break free and set your sights high. You can make of your life anything you wish.

Create your own life and then go out and live it!

Senin, 24 Desember 2012

Contoh Catatan Kaki Dalam Novel

..Sebenarnya, aku cukup lama kenal sama Anto, tapi baru kali ini aja punya waktu berduaan. Lama-lama, kayaknya kita bisa cocok bahkan melanjutkan ke jenjang yang lebih serius. Ada hal yang menarik dari diri Anto.
Selama kenal dia [dan diam-diam meneliti perilaku teman-teman sekelas] sebenarnya dia termasuk ke dalam kasta orang yang termaginalkan, tersisihkan, dan tertindas. Rada heran juga dia sekarang baik bener. Harusnya, dia membenci atau bahkan mensyukuri kesengsaraan diriku ini. Gimana gak. Dalam satu minggu, dia yang paling sering digangguin, dijadiin bahan ketawaan, dan lain sebagainya. Si Anto lama-lama bisa jadi Vijay Singh (1).
Orang-orang (termasuk aku) hobi banget ngasih nickname asal buat si Anto. Misalkan, Anto biadab, Anto = anak tolol, Anto bodoh, dan lain sebagainya. Gak cuman penindasan nama baik, penindasan fisik pun dia sering terima. Kayak keseringannya dia dipukilin (maksudnya sih becanda) cuman gara-gara salah ngomong (dengan maksud Anto, becanda juga).

"Ada yang tau istilah sarkofagus(2)?" waktu itu Pak Guru Sejarah bertanya, setelah setengah jam menerangkan pelajaran kepada para murid, yang direspon dengan uapan (maksudnya menguap) dan rasa bosan tingkat tinggi. Bahkan disinyalir sampai menimbulkan sindrom seringnya-permisi-mau-ke-belakang-Pak.
Tanpa mengacungkan tangan, si Anto nyeletuk dari bangku belakang "Tempat dayang-dayang bersemayam." Suasan menjadi cair!
Kebanyakan orang, tanpa instruksi apa-apa, langsung bergerak ke bangku si Anto [dia duduk sendirian] untuk sekedar menjitak, menjambak rambut, bahkan memukul (meskipun maksudnya becanda) dan yang cewek menimpuk pake kertas. Aku pun sama si Budi sempet-sempetnya [dari bangku jajaran depan] ikut mengigit kakinya (?). (Padahal kita gak tahu kenapa kita harus melakukan itu)

"Hey. Hey. Kalian apa-apaan." Pak Mar langsung meredakan suasana.
Anak-anak biadab (including me) langsung kembali duduk ke bangku masing-masing sambil ketawa-tawa. Terhibur. Si Anto cuman nyengir sambil merapihkan bajunya yang kusut. (Aku cuman gak habis pikir. Di tiap kelas di sekolahan, di mana pun itu, pasti ada aja orang yang termasuk spesies si Anto, bener gak?)


(1) Seorang anak berumur 13 tahun. Korban penindasan teman-teman sekolahannya, yang menggantung diri pada pegangan tangga di rumahnya. Berikut catatan terakhir dari buku harian sang korban. Senin: uangku diambil. Selasa: namaku diolok-olok. Rabu: seragamku dirobek-robek. Kamis: tubuhku bersumbah darah. Jumat: semua berakhir. Sabtu: kebebasan. *dikutip dari buku Penindas, Tertindas, Dan Penonton, karangan Barbara Colloroso
(2) Peti mati purbakala

diambil dari buku novel  Cerita Bodor Siswa Aktif, Sonny Sonata, hal 70-71.
 

(c)2009 Dian Mahardika. Based in Wordpress by wpthemesfree Created by Templates for Blogger