Tampilkan postingan dengan label dasar pemasaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dasar pemasaran. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 Februari 2011

Proses Pembelian

Proses Pembelian

Ø Menganalisis keinginan dan kebutuhan
Dalam proses pembelian pertama-tama yang harus kita lakukan tentu menganalisis apa yang kita inginkan atau apa yang kita butuhkan. Want and need. Keinginan dan kebutuhan adalah dua hal berbeda. Keinginan lebih kepada hasrat akan sesuatu sedangkan kebutuhan lebih kepada sesuatu yang harus segera dipenuhi.
Contoh: Barry sedang berada di Gramedia. Ia ingin sekali membeli novel Danielle Steel yang terbaru. Ia juga ingin membeli buku Dasar-Dasar Pemasaran untuk bahan pembuatan tugas makalah yang diberikan dosennya. Berhubung uang yang Barry punya hanya cukup untuk membeli satu buku Ia memilih untuk membeli buku Dasar-Dasar Pemasaran ketimbang membeli novel pengarang favoritnya Danielle Steel. Hal itu dikarenakan Barry butuh buku Dasar-Dasar Pemasaran itu untuk mengerjakan tugas kuliahnya, sedangkan novel apabila Ia tidak membelinya tidak ada dampak masalah untuknya lain halnya dengan buku Dasar-Dasar Pemasaran karna tanpa itu Barry tidak bisa mengerjakan tugas kuliahnya. Seorang konsumen harus lebih memprioritaskan apa yang lebih Ia butuhkan sekarang dan apa yang bisa ditunda atau tidak terlalu dibutuhkan dalam proses pengambilan keputusan pembelian.

Ø Menilai beberapa sumber
Dalam proses pembelian para konsumen tentu akan mencari tahu informasi-informasi mengenai produk yang akan mereka beli. Konsumen dapat memperoleh informasi dari berbagai sumber. Misalkan, keluarga, teman, tetangga, pacar, atau juga dari sumber-sumber  komersial seperti iklan, situs web, dan juga sumber dari orang-orang yang telah terlebih dahulu mengkonsumsi produk tersebut.
Contoh: di Gramedia Barry telah memutuskan untuk membeli buku Dasar-Dasar Pemasaran. Yang harus Ia putuskan selanjutnya adalah buku dengan pengarang siapa yang harus Ia beli. Ia mencoba browsing di Google melalui handphonenya untuk mencari informasi mengenai nama pengarang buku Dasar-Dasar Pemasaran yang mana yang bagus. Setelah dapat beberapa nama, Barry mencoba bertanya kepada karyawan Gramedia sebagai refrensi untuk lebih meyakinkan dirinya. Buku mana yang laris atau sering dibeli orang dan isinya bagus dan juga lengkap. Karena biasanya karyawan-karyawan Gramedia cukup tahu menahu mengenai buku-buku yang ada disana.

Ø Menetapkan tujuan pembelian
Dalam proses pengambilan keputusan pembelian, konsumen tentu akan mengajukan pertanyaan kepada dirinya sendiri “untuk apa saya membeli produk tersebut?”. Suatu proses pembelian terjadi tentu karena ada tujuan, tujuan konsumen yang ingin memenuhi kebutuhannya. Dalam tahap ini konsumen akan lebih mencari tahu manfaat apa dari produk yang akan Ia beli, sesuaikah dengan apa yang Ia butuhkan saat itu.
Contoh: Barry membeli buku Dasar-Dasar Pemasaran untuk keperluan tugas kuliahnya yaitu membuat makalah Dasar Pemasaran.

Ø  Melakukan kegiatan identifikasi
Melakukan pembelian dengan cara bagaimana, kredit atau tunai, via transfer atau langsung, menggunakan credit card atau wessel tagih dll.
Contoh: Berhubung di Gramedia tidak melayani pembelian kredit, maka Barry akan membawar secara tunai buku yang akan Ia beli.


Ø Mengambil Keputusan
Disinilah akhirnya keputusan ditetapkan, produk apa yang akhirnya akan dibeli, dengan merk apa, dan memutuskan akan melakukan pembayaran secara kredit atau tunai.
Contoh: Akhirnya, Barry menuju kasir dengan menggenggam 1 buah buku “Dasar-Dasar Pemasaran” pengarang: “Philip Kotler”, pilihan Barry jatuh pada buku tersebut. Ia membayar buku tersebut dengan uang seratus ribu dari dompetnya. Ia melakukan pembelian secara tunai.


Ø Perilaku Sesudah Pembelian
Setelah melakukan pembelian konsumen tentu akan merespon atau memberikan feedback terhadap produk tersebut, seperti keluhan atau pujian yang menandakan kepuasan terhadap produk tersebut.
Contoh: Sesampainya dirumah, Barry langsung membuka buku “Dasar-Dasar Pemasaran” tersebut dan mengerjakan tugas makalahnya. Barry senang karena apa yang Ia butuhkan dalam mengerjakan makalahnya ada semua dibuku itu, semua lengkap, terdapat contoh dan juga ringkasan-ringkasan pembelajaran dalam buku tersebut sehingga mempermudah pembaca dalam memahaminya. Barry merasa tidak sia-sia Ia membeli buku tersebut karena sangant bermanfaat untuknya sekarang dan nanti ketika tugas-tugas selanjutnya bedatangan.

Kamis, 25 November 2010

Pengaruh Perkembangan Teknologi Terhadap Pemasaran Suatu Produk

·        Pengaruh Perkembangan Teknologi Terhadap Pemasaran Produk
Tidak dapat dipungkiri jaman sekarang dunia teknologi bukan lagi menjadi dunia asing bagi kita. Teknologi memegang peranan besar dalam kemajuan segala hal. Anak SD sekarang sudah mengenal apa itu handphone, padahal 10 tahun yang lalu ketika saya SD ayah saya saja belum mempunyai handphone. Kalau dulu kita hanya mengenal televisi berwarna dan tidak berwarna, 14 inc atau 21 inc, sekarang telah ada televisi 3 dimensi, dimana gambarnya terlihat tembus layar, sungguh hebat bukan teknologi sekarang. Tahun ke tahun teknologi terus mengalami kemajuan perubahan dan peningkatan yang begitu signifikan dalam dunia sehari-hari kita.
·        Pengaruh Teknologi Dalam Dunia Pemasaran
Tentu saja ada pengaruhnya. Contohnya, kalau dulu orang berjualan di pasar atau ditoko-toko sekarang dengan kemajuan teknologi kita duduk manis di depan komputer pun bisa berjualan. Memasarkan produk-produk yang kita jual melaui dunia maya, salah satunya dengan mengandalkan situs jejaraingan sosial Facebook. Banyak sekarang para pebisnis yang memanfaat facebook dalam kegiatan memasarkan produk mereka, bahkan cara ini terlihat lebih efisien dan menarik. Bukan melalui facebook saja ada juga yang memanfaatkan situs blog-blog, mereka membuat blog yang dikhususkan untuk produk mereka, disana mereka menyebutkan semua kelebihan produk mereka, menampilkan photo-photo produk yang dijual, alamat kantor pemasaran ataupun toko mereka, dan nomor yang bisa dihubungi apabila ingin memesan. Di facebook juga begitu biasanya para produsen menerima pesanan online. Cara pembayaran dilakukan dengan cara transfer, dan barang dikirim melalui pos. Cara pemasaran melalui dunia maya tidak terlalu memakan biaya pemasaran yang begitu besar juga tidak terlalu menguras tenaga, karena yang perlu dilakukan hanya duduk sambil mengotak-ngatik apa yang ada dilayar komputer dan menunggu pesanan datang melalui telepon. Jadi bisa dibilang teknologi dapat mempermudah pemasaran suatu produk.


·        Kamera
Dewasa ini telah banyak orang menggeluti dunia photography, tidak seperti dahulu hanya orang-orang yang memang benar-benar ahli yang menggeluti bidang tersebut. Seiring berkembangnya jaman, para masyarakat tidak hanya ingin terus menerus sebagai penikmat dunia photography mereka pun ingin terjun langsung didalamanya. Tidak susah untuk menemukan klub-klub photography ataupun komunitas-komunitasnya. Anak SMA, SMP juga mahasiswa tidak jarang kita lihat menenteng-nenteng kamera. Entah itu kamera digital ataupun kamera LSR (berlensa). Hal ini tentu saja menguntungkan bagi para produsen kamera. Banyak produsen kamera yang terus menerus melakukan inovasi terhadap produknya. Mulai dari kamera LSR yang berukuran kecil tapi memiliki ukuran lensa ataupun auto fokus yang besar. Ataupun kamera digital yang memiliki megapiksel yang cukup besar dan ringan untuk di bawa kemana-mana, dan masih banyak lainnya kemajuan yang dilakukan oleh para produsen kamera di era teknologi yang makin canggih ini. Bukan hanya produsen kamera yang di untungkan dari hobi photography yang mulai populer di kalangan masyarakat, tapi juga produsen lensa. Kamera tentu saja membutuhkan lensa, biasanya lensa kamera di jual terpisah dengan berbagai ukuran. Produsen tas kamera juga tentu saja mendapat bagian keutungan dari hal tersebut, para komunitas ataupun klub-klub photography biasanya melakukan gathering atau pertemuan yang dilakukan berkala untuk sekedar bertukar ilmu ataupun berbagi pengalaman. Nah mereka biasanya akan melakukan perjalanan kecil untuk sekedar hunting-hunting photo oleh sebab itu dibutuhkanlah tas kamera agar mereka tidak repot menenteng-nentengnya.


Sekian analisisi tentang kemajuan teknologi terhadap pemasaran produk dari saya. Maaf apabila ada kekurangan, kesalahan ataupun kekeliruan. Terimakasih :)


Kamis, 18 November 2010

Frame Work Marketing

FRAME WORK MAKETING
Produk yang akan dijadikan contoh: Shampoo Sunsilk soft&smooth
Marketing adalah suatu kegiatan penyaluran/pemasaran barang atau jasa dari produsen ke konsumen. Ada tiga faktor utama marketing, yaitu Strategy, Tactic, dan Value.
  •   Stategy (how to win the maket), mencakup :
1.      Segmentasi: Pengidentifikasian dan menganalisis para pembeli di pasar produk, menganalisa perbedaan antara pembeli di pasar. Contoh: bagian pemasaran shampoo sunsilk yang bertugas turun langsung ke ‘lapangan’ melakukan survey tentang apa yang sekarang sedang di butuhkan para konsumen shampoo, shampoo yang seperti apa yang menurut mereka patut mereka beli, itu akan dicari tahu dan di analisis oleh si bagian pemasaran yang turun langsung ke lapangan tersebut.
2.      Targeting: Pasar yang akan dilayani perusahaan, sasaran pasar perlu ditetapkan terlebih dahulu agar srtategi dan program pemasaran lebih terarah. Target pemasaran memberikan fokus perhatian untuk semua kegiatan pemasaran. Contoh: target dari shampoo sunslik soft&smooth adalah mereka para wanita yang memiliki masalah rambut gampang kusut, kasar dan kering.
3.      Positioning: Merancang atribut-atribut fungsional dan nonfungsional produk (fisik maupun persepsi) yang ditawarkan perusahaan sesuai dengan pandangan relatif konsumen dan berbeda terhadap produk pesaing. Contoh: bungkus warna shampoo sunsilk soft&smooth adalah kuning, dikalangan para konsumen wanita telah melekat dalam pikiran mereka ketika melihat shampoo berbungkus kuning mereka akan langsung tahu bahwa itu shampoo sunsilk yang fungsinya melembutkan rambut. Shampoo sunsilk ada berbagai macam varian dan dibedakan dengan warna. Walaupun sebenarnya bukan hanya shampoo sunsilk soft&smooth saja yang berbungkus kuning tapi entah mengapa kami (saya pun termasuk karna saya seorang wanita) setiap pergi ke tempat perbelanjaan dan berkunjung ke rak shampoo ketika melihat warna kuning kami tahu itu dia “sunsilk”. J
  •   Tactic (how to win penetrate the market), mencakup :
1.      Selling: Memberikan informasi tentang produk/menawarkan produk kepada konsumen dan menjualnya. Dalam bentuk produk ataupun jasa. Contoh: Penjualan shampoo sunsilk soft&smoooth.
2.      Marketing Mix: Empat komponen dalam pemasaran yang terdiri dari 4P, yaitu Product, Price, Place, dan Promotion. Contoh: menghitung berapa biaya produksi shampoo sunsilk soft&smooth lalu menetapkan harga untuk shampoo sunsilk soft&smooth, menentukan dimana shampoo sunsilk soft&smooth akan disebar untuk dijual, setelahnya melakukan promosi/iklan dimana-mana mengenai produk sunsilk soft&smooth.
3.      Diferensiasi: Semua upaya yang dilakukan perusahaan untuk menciptakan perbedaan diantara pesaing dengan tujuan memberikan nilai yang terbaik untuk konsumen. Contoh: dunia persaingan makin ketat, produsen shampoo sunsilk berusaha terus agar produk mereka tetap jadi yang pertama di kalangan wanita yaitu dengan cara bekerja sama dengan para pakar rambut terkenal. Hal tersebut berhasil membuat para konsumen yang telah terlebih dahulu mengkonsumsi produk sunsilk makin yakin dan percaya akan kelebihan produk dan menarik perhatian para konsumen shampoo lain akibat ide kerjasama yang baru-baru ini sunsilk iklankan itu. Shampoo sunsilk soft&smooth sendiri dipegang oleh pakar rambut Thomas Taw yang berasal dari London yang memang terkenal sebagai pakar perawatan rambut kering. Di bungkus belakang shampoo profil pakar rambut tersebut ditampilkan beserta foto dan tanda tanganya. Di iklan media elektronik Thomas Taw langsung yang mengiklankan shampoo sunsilk soft&smooth dibantu seorang artis Indonesia.
  •   Value (how to create emotional touch), mencakup :
1.      Brand: Nama, istilah, tanda, simbol desain atau kombinasi, yang dapat memberikan identitas barang dan membedakan dengan produk lain. Contoh: seperti yang tadi sempat saya bahas, bahwa warna kuning sebagai warna bungkus sunslik soft&smooth menjadi tanda pengenal produk ini. Simbol desain produk sunsilk sendiri adalah huruf “S” yang dibuat lebih ramping dan tanda titik dibawahnya.
2.      Proses: Berkaitan dengan perusahaan dalam pembuatan wadah, pembungkus, maupun pengangkut. Contoh: -
3.      Service: Service produk dapat dibedakan menurut pelayanan yang bisa diberikan kepada pelanggan, meliputi: pengiriman barang, pelatihan pelanggan, konsultasi, perbaikan. Contoh: disetiap belakang bungkus shampoo sunsilk soft&smooth tertera nomor “suara konsumen”, nomor yang diberikan untuk apabila ada keluhan, pertanyaan maupun aduan bisa menghubungi ke nomor tersebut. Nomornya ada yang bebas pulsa 0-800-1-558000, ada juga yang berbayar (bagi pengguna handphone) 021-52995299.

Sekian artikel ini saya buat, maaf bila ada kekurangan, kesalahan ataupun kekeliruan. Terimakasih. ;)


Tingkat Bunga Bank


Tingkat Bunga Bank
Pengaruh tingkat bunga bank pada kegiatan pemasaran adalah disaat tingkat bunga bank naik maka tingkat daya beli masyarakat menurun, masyarakat/konsumen akan lebih cenderung menyimpan/menabungkan uang mereka di bank.  Hal ini tentu saja kurang menguntungkan bagi beberapa produsen dalam kegiatan pemasarannya. Sebaliknya, apabila tingkat bunga bank turun masyarakat cenderung mengambil uang mereka dari bank sehingga banyak uang beredar di masyarakat atau sering disebut inflasi. Hal ini menguntungkan bagi para produsen, dengan banyaknya uang yang beredar di masyarakat keinginan berbelanja meningkat. Disinilah biasanya para produsen mulai bermain, dengan mengetahui bahwa daya beli konsumen/masyarakat meningkat biasanya para produsen akan menaikan harga produk mereka. Kondisi yang demikian membawa keuntungan besar bagi para produsen.

Jika tingkat bunga awal 7% turun menjadi 5%
Jika tingkat bunga yang semula 7% turun menjadi 5% maka dapat dipastikan akan terjadi inflasi. Seperti yang telah dijelaskan diatas, keadaan yang seperti ini tentu sangat menguntungkan bagi para produsen tetapi tidak untuk bank. Bank adalah pihak yang terancam dengan kondisi menurunnya tingkat bunga, akan ada banyak nasabah yang menarik tunai uang mereka, hal ini tentu merugikan bagi bank. Sedangkan bagi produsen kondisi menurunnya tingkat bunga menjadi peluang besar-besaran untuk mereka meraup keuntungan sebanyak mungkin.
Contoh, para produsen mas murni, mereka memiliki peluang yang sangat besar dalam kegiatan pemasaran dengan menurunnya tingkat bunga bank. Masyarakat yang telah menarik tunai uang mereka dari bank akan mulai mencari cara lain untuk menginvestasikan uang mereka, salah satunya dengan cara membelanjakan uang mereka untuk membeli mas. Mas adalah salah satu harta yang memang bernilai untuk kegiatan investasi karena kelak kalau dijual kembali apalagi apabila harga mas sedang tinggi lumayan membawa keuntungan. Para produsen mas akan menaikan harga mas mereka disaat-saat yang seperti itu, dimana daya beli masyarakat sedang tinggi. Harga mahal tidak akan menyulitkan mereka dalam memasarkan produk mereka karena memang daya beli masyarakat yang sedang mininggi akibat penurunnan tingkat bunga.
Ancaman yang terjadi akibat menurunnya tingkat bunga bukan hanya diterima oleh para produsen bank tapi juga sebagian masyarakat. Penurunan tingkat bunga menyebabkan inflasi dan inflasi menyebabkan harga barang-barang menjadi naik. Ini tentu sedikit menyusahkan konsumen. Ancaman yang diterima oleh bank berupa para nasabah yang mulai lari, memilih untuk menarik uang mereka. Bank mengatasi masalah tersebut dengan cara menawarkan hadiah kepada para nasabah yang selalu dan tetap setia menabung. Biasanya bank menberikan hadiah mobil, rumah, tabungan puluhan juta rupiah dan banyak lagi, ini agar para nasabah tidak ‘lari’ dengan adanya penurunan tingkat bunga. Sekian :)

Pengaruh Lingkungan Makro Pada Perusahaan


Pengaruh Lingkungan Makro Pada Perusahaan

  • Latar Belakang Masalah
Dalam mencari peluang-peluang dan memantau ancaman-ancaman, perusahaan harus memulai dengan lingkungan pemasaran. Lingkungan pemasaran terdiri dari semua pelaku dan kekuatan yang mempengaruhi kemampuan perusahaan bersangkutan untuk melayani pasar sasarannya secara efektif. Lingkungan pemasaran perusahaan dapat dibagi menjadi “Lingkungan Mikro” dan “Lingkungan Makro”.
Lingkungan mikro terdiri dari 5 komponen, yaitu:
  1. Lingkungan intern perusahaan
  2. Perusahaan saluran pemasaran
  3. Pelanggan
  4. Pesaing
  5. Publik
Sedangkan lingkungan makro terdiri dari kekuatan-kekuatan utama yang membentuk peluang-peluang serta memiliki ancaman-ancaman terhadap perusahaan: demografik, ekonomi, alam, teknologi, politik, dan budaya.
Dan yang akan saya bahas lebih lanjut adalah mengenai unsur lingkungan makro yaitu lingkungan alam.

  • Lingkungan Alam
Kepedulian terhadap lingkungan terus berkembang selama tiga dasawarsa yang lalu. Dimana perlindungan terhadap lingkungan alam merupakan masalah besar seluruh dunia yang dihadapi oleh dunia bisnis juga masyarakat. Dibanyak kota diseluruh dunia, pencemaran udara dan air telah mencapai tingkat yang membahayakan. Kepedulian terus saja meningkat tentang penyusutan lapisan ozon bumi dan pengaruh “rumah kaca” yang mengakibatkan bahaya panasnya bumi. Dan banyak orang khawatir bahwa kita akan segera terkubur dalam sampah kita sendiri. Para pemasar harus menyadari akan ancaman ataupun peluang dalam lingkungan alam yang seperti ini.

  • Bahaya PLASTIK bagi lingkungan alam
Wacana-wacana bahayanya plastik bagi bumi sebenarnya sudah ada dari beberapa puluh tahun yang lalu. Namun bahaya itu baru benar-benar ditanggapi keberadaannya oleh masyarakat umum awal tahun 2000an. Dimana masayarakat mulai sadar bahwa meningkatnya panas bumi bukan hanya dikarenakan oleh faktor alam namun juga adanya faktor dari manusia. Elemen-Elemen yang di kandung oleh platik memang tidak mudah hancur/terurai hanya dalam beberapa tahun, butuh puluhan tahun untuk plastik terurai dalam tanah. Hal tersebut mendorong masyarakat untuk lebih peduli, kepedulian terhadap lingkungan alam ini terwujud dalam berbagai bentuk, seperti “Gerakan Hijau” dan ‘Back To Nature”.  Semakin banyak konsumen yang hanya mau berurusan bisnis dengan perusahaan-perusahaan yang ramah lingkungan dan menghindari mereka yang membahayakan lingkungan. Contohnya saja, banyak masyarakat yang kini mengurangi pemakaian akan plastik hal ini tentu menjadi sebuah ancaman bagi produsen-produsen plastik. Banyaknya himbauan agar masyarakat apabila ingin berbelanja sebaiknya menggunakan tas belanja bukan kantongan, dan sebaliknya hal ini menjadi sebuah peluang bagi para produsen tas. Apabila kita lihat di mall-mall banyak sekarang toko-toko tas yang menjual tas mereka dengan tulisan pada tasnya “save our eart” ada juga dengan hiasan gambar pohon hijau. Hal ini tentu saja membuat masyarakat lebih tertarik untuk beralih dari penggunaan plastik ke tas-tas yang memang diperuntukan untuk mengganti fungsi plastik. Tapi para produsen plastik tidak menyerah begitu saja, mereka melakukan inovasi. Mereka mengatasi ancaman yang terjadi pada mereka dengan meproduksi plastik yang ramah lingkungan, yaitu plastik yang mudah hancur/terurai. Di alfamart atau indomart apabila kita bebelanja plastik yang mereka gunakan sekarang di bawahnya ada keterangan gambar plastik yang sedikit demi sedikit terurai. Hal tersebut mulai mengembalikan kepercayaan konsumen pada plastik. Ditempat-tempat perbelanjaan sekarang hampir semua mengguakan plastik ramah lingkungan tersebut. Para produsen pastik berhasil mengatasi ancaman lingkungan alam yang terjadi pada mereka. Dan bagi produsen tas peluang yang mereka punya akan kondisi lingkungan yang seperti harus mereka manfaatkan dengan sebaik mungkin dan tetap bersaing dengan sehat.


Referensi:
Dasar - Dasar Pemasaran Jilid 1 / Philip Kotler; Gary Armstrong; Alih bahasa: Wihelmus W. Bakowatun; Editor: Heru Sutojo. -- Jil. 1; Ed. 6; Cet. 1. -- Jakarta : Intermedia, 1995.
ISBN : 9798081374.

Senin, 18 Oktober 2010

Pasar dan Pemasaran


PASAR dan PEMASARAN 


  • PASAR
Dalam pengertian yang sederhana atau sempit pasar adalah tempat terjadinya transaksi jual beli (penjualan dan pembelian) yang dilakukan oleh penjual dan pembeli yang terjadi pada waktu dan tempat tertentu. Atau dapat juga diartikan tempat bertemunya calon penjual dan pembeli.
Sedangkan definisi pasar secara luas menurut W.J. Stanton adalah orang-orang yang mempunyai keinginan untuk memenuhi kebutuhan, uang untuk belanja serta kemauan untuk membelanjakannya.
Dari definisi diatas terdapat 3 unsur penting didalam pasar yaitu :
1.      Orang dengan segala keinginannya
2.      Daya beli mereka
3.      Kemauan untuk membelanjakannya
Di pasar antara penjual dan pembeli akan melakukan transaksi. Transaksi adalah kesepakatan dalam kegiatan jual-beli. Pada umumnya suatu transaksi jual beli melibatkan produk/barang atau jasa dengan uang sebagai alat transaksi pembayaran yang sah dan disetujui oleh kedua belah pihak yang bertransaksi.
Pasar atau konsumen dapat dibedakan menjadi dua golongan, yakni konsumen akhir (pasar konsumen) dan pasar bisnis (pasar industri). Dimana pasar konsumen adalah sekelompok pembeli yang membeli barang-barang untuk dikonsumsi dan bukannya untuk diproses lebih lanjut. Sedangkan pasar bisnis adalah pasar yang terdiri dari individu-individu atau organisasi yang membeli barang untuk diproses lagi menjadi barang lain dan kemudian dijual.


  • PEMASARAN

Pemasaran adalah salah satu kegiatan dalam perekonomian yang membantu dalam menciptakan nilai ekonomi. Nilai ekonomi itu sendiri menentukan harga barang dan jasa. Faktor penting dalam menciptakan nilai tersebut adalah produksi, pemasaran dan konsumsi. Pemasaran menjadi penghubung antara kegiatan produksi dan konsumsi. 
Banyak ahli yang telah memberikan definisi atas pemasaran ini. Definisi yang diberikan sering berbeda antara ahli yang satu dengan ahli yang lain. Perbedaan ini disebabkan karena adanya perbedaan para ahli tersebut dalam memandang dan meninjau pemasaran. Dalam kegiatan pemasaran ini, aktivitas pertukaran merupakan hal sentral. Pertukaran merupakan kegiatan pemasaran dimana seseorang berusaha menawarkan sejumlah barang atau jasa dengan sejumlah nilai keberbagai macam kelompok social untuk memenuhi kebutuhannya. Pemasaran sebagai kegiatan manusia diarahkan untuk memuaskan keinginan dan kebutuhan melalui proses pertukaran. Definisi yangpaling sesuai dengan tujuan tersebut adalah :
Pemasaran adalah suatu proses social dan manajerial yang didalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan mempertukarkan prosuk yang bernilai kepada pihak lain (Kotler, 1997).
Definisi pemasaran ini bersandar pada konsep inti yang meliputi kebutuhan (needs), keinginan (wants), dan permintaan (demands).
Manusia harus menemukan kebutuhannya terlebih dahulu, sebelum ia memenuhinya. Usaha untuk memenuhi kebutuhan tersebut dapat dilakukan dengan cara mengadakan suatu hubungan. Dengan demikian pemasaran bia juga diartikan suatu usaha untuk memuaskan kebutuhan pembeli dan penjual (Swasta, 1996).


  • Kesimpulan:
Pasar tempat dimana ada penjual, pembeli, dan kegiatan transaksi. Sedangkan pemasaran adalah sebuah proses atau kegiatan yg didalamnya terdapat unsur-unsur pasar. Jadi pasar dan pemasaran saling berhubungan satu sama lain.



referensi:

Sabtu, 02 Oktober 2010

Pemasaran VS Penjualan

  •   Latar Belakang
Pemasaran dan penjualan, dua kata ini memiliki keterkaitan satu sama lain. Namun apakah mereka sama atau mereka sebenarnya memiliki definisi yang berbeda.





A.   Pemasaran

Pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial dimana individu dan kelompok mendapatkan kebutuhan dan keinginan mereka dengan menciptakan, menawarkan dan bertukar sesuatu yang bernilai satu sama lain (Philip Kotler, 1995). Sedangkan menurut Wiliam J. Stanton (1978) pemasaran adalah suatu sistem keseluruhan dari kegiatan-kegiatan bisnis yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang memuaskan kebutuhan konsumen.
Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa pemasaran sebagai suatu sistem dari kegiatan-kegiatan yang saling berhubungan, sehingga konsumen mendapatkan kebutuhan dan keinginan serta kepuasan

B.   Penjualan

Dalam lingkungan Perusahaan, keberhasilan suatu Perusahaan pada umumnya dinilai darr kemampuannya dalam memperoleh laba. Untuk mencapai tujuan tersebut, Perusahaan mengandalkan kegiatannya dalam bentuk penjualan. Semakin besar volume penjualan semakin besar pula laba yang akan diperoleh Perusahaan. Penjualan sendiri memiliki pengertian suatu usaha yang terpadu untuk mengembangkan rencana-rencana strategis yang diarahkan pada usaha pemuasan kebutuhan dan keinginan pemebeli, guna mendapatkan penjualan yang menghasilkan laba (Marwan, 1991).

Kegiatan penjualan melibatkan Debitur atau disebut juga pembeli, juga barang atau jasa yang akan dijual dan dibayar oleh debitur dengan cara tunai ataupun kredit dalam memindahkan atau mentransfer barang dan jasa juga diperlukan orang-orang yang bekerja dibidang penjualan seperti pelaksnaan dagang, agen, wakil pelayanan dan wakil pemasaran..

C.   Perbedaan Antara Pemasaran dan Penjualan

Konsep Penjualan => sebuah perusahaan membuat produk dan kemudian mendayagunakan aneka metode penjualan untuk membujuk konsumen membeli produknya. Ini berarti bahwa perusahaan mengarahkan permintaan konsumen agar sesuai denngan supply yang diajukan.
Konsep Pemasaran => perusahaan menjajaki apa yang diinginkan oleh konsumen dan kemudian berusaha mengembangkan produk yang akan memuaskan keinginan konsumen dan sekaligus memperoleh laba. Disini perusahaan menyesuaikan supply mereka untuk memenuhi permintaan konsumen.
Penjualan
Pemasaran
1.         tekanan pada produk
2.         perusahaan pertama-tama membuat produk dan kemudian mereka-reka bagaimana menjualnya.
3.         manajemen berorientasi ke volume penjualan.
4.         perencanaan berorientasi
1.     tekanan pada keinginan konsumen
2.     perusahaan pertama-tama  menentukan apa yang diinginkan konsumen dan kemudian mereka-reka bagaimana membuat dan menyerahkan produknya untuk memenuhi keinginan itu.
3.     manajemen berorientasi ke laba usaha.
4.     perencanaan berorientasi ke hasil jangka panjang, berdasarkan produk-produk baru, pasar hari esok, dan pertumbuhan yang akan datang.


Namun, meskipun konsep antara pemasaran dan penjualan berbeda dapat kita tarik dari segala definisi yang sudah diparparkan sebelumnya bahwa pada intinya, penjualan maupun pemasaran memiliki tujuan mendapatkan laba/keuntungan. Penjualan kegiatan untuk mendapatkan laba dan pemasaran cara atau usaha untuk mendatangkan laba.


D. Contoh Pemasaran dan Penjualan

Contoh kegiatan pemasaran dan perusahaan dalam penjelasan sederhana adalah seperti ini, misalnya kita ingin berjualan risol. Pertama-tama yang harus kita lakukan adalah memasarkan risol yang ingin kita jual. Kita perkenalkan ke teman-teman sekitar kita, kita bawa contoh risol yang nantinya akan kita jual. Suruh mereka merasakan dan setelah itu memberi saran atau pendapat bagaimana menurut mereka apakah mereka suka pada risol itu atau perlu ada penambahan agar natinya laris. Setelah minta pendapat atau saran dari sana sini lakukan promosi, ceritakan ke teman-teman tentang usahamu yang ingin berjualan risol setelah itu lakukanlah transaksi, yaitu penjualan. Namun sebelumnya tentukan dulu harga risol yang ingin kita jual, hal ini masuk dalam kegiatan pemasaran. :)
  •  KESIMPULAN
Penjualan, suatu kegiatan atau pelaksanaan.
Pemasaran, suatu komunikasi antara barang dan konsumen.

ref:
http://catatan-ti.blogspot.com 
http://elqorni.wordpress.com/2008/05/03/konsep-pemasaran-dan-penjualan/
http://lintongnababan.wordpress.com/2008/07/29/perbedaan-konsep-penjualan-dengan-pemasaran/ 
http://www.scribd.com/doc/11320689/Definisi-Penjualan     
http://tanyasaja.detik.com/pertanyaan/3352-pemasaran-dan-penjualan-
http://ridwaniskandar.files.wordpress.com

 

(c)2009 Dian Mahardika. Based in Wordpress by wpthemesfree Created by Templates for Blogger