Kamis, 21 Februari 2013

Judge

Kadang, atau bahkan sering dari kita ngejudge sesuatu hanya dari depannya saja, tanpa mau tahu apa yang terjadi dibelakang. simplenya kita ngejudge orang dari tingkah lakunya tanpa kita tahu alasan dibalik perilakunya itu. contohnya orang yang malas kuliah atau berhenti kuliah belum tentu itu karena keinginan mereka atau sifat mereka yang malas, banyak hal sebenarnya yang bisa menjadi alasan dibalik semua tindakan itu, mungkin karena sebenarnya orang yang malas kuliah itu dipaksa untuk masuk jurusan yang engga dia suka padahal dia punya passion yang begitu besar ke jurusan lain, atau orang yang memutuskan berhenti kuliah bukan karena dia engga menghargai pentingnya bangku kuliah tapi karena dia memilih mendahulukan kepentingan keluarganya yang saat itu mungkin ekonominya tidak begitu memungkinkan. atau masih banyak lagi hal yang bisa dijadikan alasan masuk akal untuk yang orang sering pikir tindakan negatif mereka. ya terkadang kita, manusia, sering langsung mengambil kesimpulan hanya berdasarkan apa yang kita lihat. berhenti melihat disatu sisi. padahal selalu ada dua sisi dalam kehidupan ini.

tapi bukan soal orang yang malas kuliah atau berhenti kuliah yang akan gue bahas.
jangan pernah ngejudge seseorang sensian kalau lo engga pernah tau apa aja yang udah dia lewatin dalam hidupnya atau lo engga pernah tau gimana berada diposisi dia. kadang sifat sensitif itu bukan hadir dengan sendirinya..
contohnya orang yang pernah dicuekin oleh teman-temannya atau bahkan pernah dimusuhin oleh teman-temannya, ketika temannya memperlakukan dia beda sedikit saja maka rasa takut akan kejadian buruk yang pernah terjadi akan muncul. rasa curiga, rasa khawatir.. bukan mau dia kalau dia jadi begitu sensitif atau sebenarnya memang wajar kalau dia jadi sensitif..
engga ada satu orang pun didunia ini yang ingin jadi orang sensian, curigaan, khawatiran. karena pada dasarnya semua sifat itu menyiksa sang pemiliknya.
gue bersyukur untuk kejadian beberapa bulan lalu dalam kehidupan gue yang begitu menyakitkan tapi mengajarkan gue banyak hal, termasuk tentang ngejudge. betapa fatalnya hasil dari ngejudge itu. dari situ gue belajar untuk mulai melihat sesuatu dari dua sisi, engga mengambil kesimpulan sendiri dari satu sisi. satu hal yang terpenting dari semua hal yang terjadi dalam kehidupan sebenarnya adalah "ALASAN". alasan mengapa itu terjadi, alasan mengapa orang atau kita melakukan hal itu.
"sometimes the only thing that people see is what you did. when in fact, they should be looking at why you did it."
cari tahu, cari tahu terlebih dahulu kenapa dia bisa jadi seperti itu. cari tahu terlebih dahulu kenapa orang bisa sensian. cari tahu terlebih dahulu kenapa orang itu jadi orang yang tidak percaya pada siapapun. cari tahu terlebih dahulu kenapa orang itu memilih ansos. cari tahu terlebih dahulu kenapa orang itu memilih jadi pendiam. cari tahu terlebih dahulu kenapa orang itu melakukan hal nekat seperti itu. cari tahu terlebih dahulu kenapa orang itu berperilaku kasar.
selalu.. selalu ada alasan dibaliknya. Tuhan tidak menciptakan umat-Nya dengan sifat jelek. kita semua terlahir baik. Tuhan tidak pernah merencanakan keburukan atau kecelakaan.

bukan mau sok benar, sok religius, sok menasehati, sok engga pernah ngejudge.
gue bukan seseorang yang engga luput dari kesalahan, gue pernah, bahkan bisa jadi tanpa gue sadar gue orang yang sering ngejudge orang lain. tapi setelah gue tau rasa sedih atau sakitnya ketika orang hanya melihat apa yang lo lakuin tanpa mereka ingin tahu atau mencari tahu kenapa lo ngelakuin hal tersebut, semenjak itu akhirnya gue menemukan cara melihat kehidupan dari sisinya yang kedua. mungkin benar kata orang bijak yang bilang "kita dikecewakan agar tidak mengecewakan" bisa jadi kalau tidak karena kejadian tersebut gue sampai sekarang masih jadi salah satu orang yang dengan gampangnya melihat dari satu sisi dan tidak mempedulikan sisi yang lainnya. jadi orang yang juga berkata orang itu memiliki sifat buruk, yaitu sensian. padahal dia begitu karena dulu dia pernah terluka.
"kadang ada sesuatu yang engga akan pernah kita tahu seperti apa rasanya sampai akhirnya kita merasakannya sendiri." jadi jangan langsung dengan mudah menilai hidup seseorang karena bukan kita yang menjalankan hidupnya itu. kita mungkin tahu apa saja yang terjadi kepada teman kita, masalahnya, kesedihannya, tapi kita tidak pernah bisa benar-benar tahu persis rasanya melewati atau mengahadapi itu semua sebagai dia. banyak hal negatif yang bisa berputar-putar dikepala kita ketika kita melihat sesuatu yang negatif, engga muna, gue juga sering mengalami hal itu, dan disitulah perilaku judge itu muncul dengan gampangnya, tapi dari ratusan hal negatif itu, we have to admit kalau ada satu hal positif yang sebenarnya terpikirkan oleh kita. salahnya kadang kita meremehkan atau mengabaikan satu yang terpenting itu dan lebih mempedulikan ratusan yang terlintas.

sejahat-jahatnya pencuri dia engga mungkin mencuri roti dari anak kandungnya yang sedang kelaparan, sesuci-sucinya pendeta/ustad dia engga mungkin engga pernah melakukan sebuah kesalahan.
.ǝʌıʇɔǝdsɹǝd ʇuǝɹǝɟɟıp ɐ ɯoɹɟ ǝɟıl ʇɐ ʞool oʇ ǝʌɐɥ noʎ sǝɯıʇǝɯos

sekedar berbagi kisah, gue punya seorang teman yang suka telat dan susah datang pagi kekampus, gue jengkel dengan sifat buruknya itu, dan ngejudge dia sebagai orang yang memang engga bisa disiplin. sampai akhirnya Tuhan mengijinkan gue tahu apa yang sebenarnya terjadi, dia ngebantu ayahnya bekerja sebelum dia pergi kekampus. see? terbukti kan, engga selalu yang terlihat buruk itu buruk dan juga sebaliknya. Never judge things by their appearance. karena rumah yang terasnya terlihat gersang belum tentu dihalaman belakangnya tidak ada kolam renang, just 'open the door'! ☺


Selasa, 05 Februari 2013

Kehilangan


Pernah ada seorang teman yang bertanya "Dian lo pernah kehilangan sahabat ga?"
saat itu bulan September, dan jawaban yang Ia terima adalah "pernah, gue kehilangan teman-teman baik SMP gue. sekarang kita kaya orang asing gara-gara udah lama ga ketemu dan pisah padahal dulu dekat banget"

Apabila ada orang yang menanyakan hal yang sama lagi sekarang ini, akan ada jawaban berbeda.
4 bulan berlalu setelah pertanyaan itu, ternyata banyak hal yang terjadi, banyak hal yang terpelajari, salah satunya tentang kehilangan.
Bagiku, kehilangan bukan hanya tentang jarak atau waktu. bukan tentang perpisahan dengan seseorang karena sebuah jarak. bukan tentang waktu yang tidak bisa lagi mempertemukan.
Bagiku, kehilangan yang sebenarnya adalah, disaat mereka orang-orang terdekatmu, masih berada didekatmu, namun telah menjadi orang asing.

Rasanya lebih milih dipisahkan oleh jarak namun masih tetap bisa berhubungan, berbagi segala hal. rasanya lebih milih tidak memiliki waktu untuk bertemu namun masih tetap saling membagi dan memberitahukan kegiatan masing-masing, bertukar cerita-cerita seru yang terjadi.
Ga enak.. rasanya ga enak. orang yang dulu kita kenal dekat sekarang kita tidak tahu apa-apa tentang dia. orang yang dulu selalu tertawa bersama kita namun sekarang bisa tersenyum bersama pun sudah bersyukur.

....
"Apakah sesuatu yang hilang bisa kembali?"
Bagiku, tentu bisa.
Mereka yang telah ditakdirkan menetap dalam kehidupan kita akan kembali, with their own way.

Sabtu, 02 Februari 2013

A Reason

Sometimes people come into your life and you know right away that they were meant to be there. They serve some sort of purpose, teach you a lesson or help figure out who you are or who you are to become. You never know who these people, maybe your classmate, your neighbour, friend, long lost friend, best friend, lover, or even a complete stranger, when you lock eyes with them, you know that very moment, that they will affect your life in some profound way. And sometimes things happen to you and at the time they seem horrible, painful and unfair, but in reflection you realize that without overcoming those obstacles you would never have realized your potential, strength, power of heart.
Everything happens for a reason. Nothing happens by chance or by means of good or bad luck. Illness, injury, love, lost moments or true greatness and sheer stupidity all occur to test the limits of the soul. Without these small test, if they be events, illnesses or relationships, life would be like a smooth paved, straight, flat road to nowhere. Safe and comfortable but dull and utterly pointless. The people you meet who affect your life and successes and downfalls you experience, they are the ones who create who you are. Even the bad experience can be learned from. Those lessons are the hardest and probably the most important ones. If someone hurts you, betrays you, or breaks your heart. Forgive them, for they helped you learn about TRUST. And the importance of being cautious to whom you open your heart. If someone loves you, love them back unconditionally, not only because they love you. But because they are teaching you to love and opening your heart & eyes to things you would have never seen or felt without them. Make everyday count. Appreciate every moment and take from it everything that you possibly can, for you may never be able to experience it again. Talk to people you have never talked to before, and actually listen, let yourself fall in love, break free and set your sights high. You can make of your life anything you wish.

Create your own life and then go out and live it!

Senin, 24 Desember 2012

Contoh Catatan Kaki Dalam Novel

..Sebenarnya, aku cukup lama kenal sama Anto, tapi baru kali ini aja punya waktu berduaan. Lama-lama, kayaknya kita bisa cocok bahkan melanjutkan ke jenjang yang lebih serius. Ada hal yang menarik dari diri Anto.
Selama kenal dia [dan diam-diam meneliti perilaku teman-teman sekelas] sebenarnya dia termasuk ke dalam kasta orang yang termaginalkan, tersisihkan, dan tertindas. Rada heran juga dia sekarang baik bener. Harusnya, dia membenci atau bahkan mensyukuri kesengsaraan diriku ini. Gimana gak. Dalam satu minggu, dia yang paling sering digangguin, dijadiin bahan ketawaan, dan lain sebagainya. Si Anto lama-lama bisa jadi Vijay Singh (1).
Orang-orang (termasuk aku) hobi banget ngasih nickname asal buat si Anto. Misalkan, Anto biadab, Anto = anak tolol, Anto bodoh, dan lain sebagainya. Gak cuman penindasan nama baik, penindasan fisik pun dia sering terima. Kayak keseringannya dia dipukilin (maksudnya sih becanda) cuman gara-gara salah ngomong (dengan maksud Anto, becanda juga).

"Ada yang tau istilah sarkofagus(2)?" waktu itu Pak Guru Sejarah bertanya, setelah setengah jam menerangkan pelajaran kepada para murid, yang direspon dengan uapan (maksudnya menguap) dan rasa bosan tingkat tinggi. Bahkan disinyalir sampai menimbulkan sindrom seringnya-permisi-mau-ke-belakang-Pak.
Tanpa mengacungkan tangan, si Anto nyeletuk dari bangku belakang "Tempat dayang-dayang bersemayam." Suasan menjadi cair!
Kebanyakan orang, tanpa instruksi apa-apa, langsung bergerak ke bangku si Anto [dia duduk sendirian] untuk sekedar menjitak, menjambak rambut, bahkan memukul (meskipun maksudnya becanda) dan yang cewek menimpuk pake kertas. Aku pun sama si Budi sempet-sempetnya [dari bangku jajaran depan] ikut mengigit kakinya (?). (Padahal kita gak tahu kenapa kita harus melakukan itu)

"Hey. Hey. Kalian apa-apaan." Pak Mar langsung meredakan suasana.
Anak-anak biadab (including me) langsung kembali duduk ke bangku masing-masing sambil ketawa-tawa. Terhibur. Si Anto cuman nyengir sambil merapihkan bajunya yang kusut. (Aku cuman gak habis pikir. Di tiap kelas di sekolahan, di mana pun itu, pasti ada aja orang yang termasuk spesies si Anto, bener gak?)


(1) Seorang anak berumur 13 tahun. Korban penindasan teman-teman sekolahannya, yang menggantung diri pada pegangan tangga di rumahnya. Berikut catatan terakhir dari buku harian sang korban. Senin: uangku diambil. Selasa: namaku diolok-olok. Rabu: seragamku dirobek-robek. Kamis: tubuhku bersumbah darah. Jumat: semua berakhir. Sabtu: kebebasan. *dikutip dari buku Penindas, Tertindas, Dan Penonton, karangan Barbara Colloroso
(2) Peti mati purbakala

diambil dari buku novel  Cerita Bodor Siswa Aktif, Sonny Sonata, hal 70-71.

Contoh Kutipan Pada Sebuah Artikel

Industri Kreatif - Sumber Daya Manusia Jadi Kendala

Kualitas dan kuantitas sumber daya manusia menjadi kendala utama pengembangan industri kreatif. Kendala tersebut harus menjadi perhatian bersama karena kontribusinya bagi perekonomian nasional cukup signifikan.
Hal tersebut disampaikan Wakil Presiden Boediono saat membuka Pekan Produk Kreatif Indonesia, di Jakarta, Rabu (21/11). "Mari kita menyatukan langkah untuk mengatasi masalah-masalah itu secara sungguh-sungguh, sistematis, dan terkoordinasi. Usia pengembangan ekonomi kreatif di Indonesia masih sangan muda. Tak heran jika masih banyak kendala. Potensi ini harus kita pahami dan yakini bersama dalam setiap rencana pengembangan ekonomi kreatif ke depan." paparnya.
Menurut dia, sebagian besar sumber daya manusia (SDM) industri kreatif belajar secara otodidak sehingga kualitasnya belum cukup merata. Selain SDM, kendala lain yang juga perlu disikapi adalah perlindungan atas hak kekayaan intelektual kurang, infrastruktur teknologi informasi belum kompetitif, serta dukungan pembiayaan masih minim.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatid Mari Elka Pangestu mengatakan, sektor ekonomi kreatif merupakan sektor keempat terbesar dari 10 sektor ekonomi nasional dalam hal penyerapan tenaga kerja setalah sektor pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan, perdagangan, hotel dan restoran, serta jasa. sektor ekonomi kreatif menyerap tenaga kerja melalui terciptanya usaha-usaha baru. Subtektor yang menyerap tenaga kerja terbesar adalah subtektor fashion, kuliner, dan kerajinan dengan pertumbuhan tertinggi disubtektor kerajinan sebesar 1,42 persen.
Mari juga menyoroti maraknya pembajakan yang menyebabkan minimnya kontribusi dari subtektor film, video, dan fotografi terhadap produk domestik bruto. "Kegiatan pembajakan menyebabkan sektor ini tumbuh pesat, tetapi memiliki kontribusi yang masih kecil," ujarnya.
Kepala Balai Pasar Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia Kementerian Perdagangan Parluhutan Tado Sianturi mengatakan, untuk mendukung ekspor produk fashion, pihaknya menyelenggarakan kegiatan adaptasi produk di sejumlah sentra industri batik. (ENY/ATO)



Diambil dari harian Kompas, 22 November 2012.

Selasa, 04 Desember 2012

Praday & Kepin


Nama dari dua orang yang mengajarkan gue tentang bagaimana menikmati hidup dengan hal-hal kecil disekitar kita.
Dua orang unik, lucu, konyol, idiot, lincah, absurd, dan masih banyak lagi penjelasan tentang mereka yang susah untuk diekspresikan dalam sebuah kata.
Dua orang pencipta kata-kata aneh. Dua orang yang bisa tertawa hanya karena berhasil menyatukan huruf-huruf dan membentuk satu kata yang terdengar lucu, atau lebih tepatnya janggal.
Dua orang yang dengan bebasnya teriak-teriak. Nyeruin apa yang ada dikepala mereka.
Dua orang yang menyanyikan lagu yang sama dan mengeluarkan ekspresi yang berbeda.
Dua orang yang bersahabat. Bersaudara. Yang saling mendukung dan membanggakan satu sama lain.
Dua orang yang tertawa seakan-akan hal yang mereka tertawakan adalah hal yang paling lucu sedunia.
Dua orang yang membuat gue merasa beruntung ketika ada diantara mereka. Yang ngebuat gue lupa untuk sementara waktu akan ketakutan dan kegelisahan gue. Dua orang yang berhasil bikin gue merasa jadi wanita paling bahagia tertawa tiada henti bersama mereka. Dua orang yang membuat gue akhirnya tau, kebahagiaan itu bukan terletak di orang yang menurut kita bisa membuat kita bahagia, tapi bahagia itu didalam diri kita. Pilihan kita. Cara kita menikmati dan menjalani kehidupan ini. Ya, dua orang unik itu tanpa sadar mengajarkan gue banyak hal. Termasuk juga mengajarkan gue bahasa-bahasa anak cowok yang seharusnya cewek ga perlu tau.
…..
Berawal dari perkenalan diawal bulan Maret lalu. Mereka berdua adalah teman band dari 2 teman dekat. Beberapa kali ikut dua teman dekat gue latihan band distudio dan otomatis ketemu dengan Praday & Kepin, membuat dua orang itu bukan lagi jadi orang asing dalam kehidupan gue. Pembawaan mereka berdua yang welcome dan easy going bikin gue ga perlu waktu lama untuk akrab sebagai teman dengan mereka.
Hari sabtu lalu band mereka (2 teman gue, Praday & Kepin+additional keyboardist mereka Dhani & 1 temannya) ada job manggung ke Bekasi. Berhubung setiap hari sabtu selalu malas pulang cepat ke rumah yang hampir setiap weekend sepi karena ditinggal orang rumah yang semua punya acara masing-masing diluar, maka gue minta ke mereka untuk ikut ke Bekasi. Dengan rombongan 2 mobil kami berangkat dari kampus sekitar pukul 1 siang ke Bekasi. Dan disitulah petualang gue bersama Praday & Kepin dimulai..
Siang itu entah malaikat jenis apa mempersatukan gue, Praday, dan Kepin dalam satu mobil. Kali pertama dilepas sendirian bersama dua orang itu. Biasanya dua teman gue selalu ada diantara kami. Dan ternyata bersama dua orang itu tanpa pengawasan dua teman gue adalah hal baru yang seruuuu. Awalnya gue pikir akan absurd atau ada kecanggungan. Tapi 5 menit setelah Kepin masuk ke mobil pikiran itu hilang. Yang gue inget setelah itu adalah cuma ketawa, ketawa, ketawa, ketawa, dan teriak. Banyak hal yang kami tertawakan. Ga berenti-berentinya geleng kepala, heran dengan semua hal yang bisa membuat mereka tertawa geli. Bahkan Kepin sampai harus ngeluh sakit perut saking gelinya ketawa.
Sepanjang perjalanan hari itu gue menikmati waktu bertiga gue bersama dua orang gila itu. Ciptain bahasa baru, nyanyi, tukeran cerita, isengin satu sama lain, teriakin hal-hal ga jelas, ngasih pertanyaan absurd, ngobrolin hal-hal baru. Meskipun sepanjang perjalanan mereka selalu bilang kalau gue ini cowok, tapi mereka tetap ngelakuin tugas dasar mereka sebagai cowok, ngelindungin. Waktu tangan gue kejepit pintu mobil, Praday dengan muka panik berusaha nenangin dan minta maaf ke gue, dia terus-terusan ngelus bengkaknya, dia berusaha ngibur gue yang lagi kesakitan dengan cerita dia untuk sekedar ngalihin gue dari rasa sakit dijari, “gue tadinya mau make baju kaya lo Yan, persis banget, warnanya juga sama, kaya gini, tapi gue takut keliatan seksi” haha Praday Praday.
Kepin juga ngelakuin hal yang sama ditempat makan, dia matiin rokoknya yang sebenarnya masih sisa banyak, sambil bilang “Yuk masuk kasihan Dian udah kelaparan” padahal gue ga nyebut kata lapar. Gue pikir yang bisa mereka lakuin cuma ketawa, tapi ternyata mereka juga bisa berperilaku sebagai cowok normal. Ada hal lucu dari Praday, setiap gue hilang Praday selalu panik, ditempat makan habis selesai dari toliet gue papasan sama Praday, gue pikir dia mau ke toilet ternyata dia nyariin gue, “Yan lo darimana, ayo pilih makanan dulu” sambil megang lengan atas gue. Gue ketawa geli. Praday kaya Bapak-Bapak yang baru aja nemu anaknya yang hilang habis main entah kemana dan nyeret gue seakan-akan gue anak ini umur 5 tahun. Pas duduk-duduk diluar tempat makan dia sambil bercanda bilang “gue sampe 20 kali keluar masuk itu nyariin elo Yan” nunjuk tempat permainan anak yang ada bola-bola dan perosotannya. Haha dua orang itu.
Kepin adalah pria kurang beruntung hari itu yang bertugas mengantar gue sampai rumah. Perjalanan dimana cuma tinggal gue dan Kepin diisi dengan curhat colongan Kepin tentang gebetannya. Ada rasa senang malam itu, perasaan yang udah lama ga gue rasain. Perasaan dipercaya, perasaan hangat berbagi cerita, perasaan ngerasa diandelin. Semenjak kejadian dimana gue dihadapkan dengan kenyataan orang-orang sekitar gue adalah orang-orang bertopeng rasa percaya gue mulai memudar. Gue mulai takut untuk percayain cerita kehidupan gue sama orang. Gue jadi tertutup. Tapi ternyata tanpa sadar selama gue bareng Kepin & Praday, mereka bikin gue jadi sedikit terbuka.
Gue bersyukur akan hari itu ke Tuhan. Bersyukur akan kesempatan yang Dia kasih untuk gue belajar dari Praday&Kepin. Ngerasain perasaan yang udah lama gue ga rasain. Meskipun cuma satu hari itu dan ga sampai 24 jam tapi mereka berhasil mengingatkan gue akan hal penting yang hampir gue lupain. Satu-satunya cara terbaik untuk bahagia adalah dengan menikmati hidup ini J Thank you Praditya Putra & Kevin Bukhari.

Sabtu, 10 November 2012

Kutipan dan Catatan Kaki

Pengertian
Kutipan adalah gagasan, ide, pendapat yang diambil dari berbagai sumber. Proses pengambilan gagasan itu disebut mengutip. Gagasan itu bisa diambil dari kamus, ensiklopedi, artikel, laporan, buku, majalah, internet, dan lain sebagainya.
Catatan kaki adalah keterangan yang dicantumkan pada margin bawah pada halaman buku. Catatan kaki biasanya dicetak dengan huruf lebih kecil daripada huruf di dalam teks guna menambahkan rujukan uraian di dalam naskah pokok.

Macam-macam
Ada dua cara dalam mengutip, yakni langsung dan tidak langsung.
Kutipan langsung adalah mengutip sesuai dengan sumber aslinya, artinya kalimat-kalimat tidak ada yang diubah. Disebut kutipan tidak langsung jika mengutip dengan cara meringkas kalimat dari sumber aslinya, namun tidak menghilangkan gagasan asli dari sumber tersebut.
Contoh kutipan langsung: 
Menurut Gorys Keraf dalam bukunya Argumentasi dan Narasi(1983:3), argumentasi adalah suatu bentuk retorika yang berusaha untuk mempengaruhi sikap dan pendapat orang lain, agar mereka itu percaya dan akhirnya bertindak sesuai dengan apa yang diinginkan oleh penulis atau pembicara.
Tidak langsung:
Seperti dikatakan oleh Gorys Keraf (1983:3) bahwa argumentasi pada dasarnya tulisan yang bertujuan mempengaruhi keyakinan pembaca agar yakin akan pendapat penulis bahkan mau melakukan apa yang dikatakan penulis.
Bagi penulis, penggunaan catatan kaki ini sedikit lebih merepotkan akan tetapi, bagi pembaca catatan kaki ini sangat memudahkan mengetahui sumber tanpa harus melihat daftar pustaka yang letaknya di bagian akhir buku.
Catatan kaki untuk buku dimulai dengan nama pengarang diikuti koma, judul buku (ditulis dengan huruf awal kapital dan dicetak tebal atau dicetak miring), nomor seri, jilid dan nomor cetakan (kalau ada), kota penerbit (diikuti titik dua), nama penerbit (diikuti koma), dan tahun penerbitan (ditulis dalam kurung dan diakhiri dengan titik).
Catatan kaki untuk artikel dan majalah dimulai dengan nama pengarang, judul artikel, nama majalah, nomor majalah jika ada, tanggal penerbitan, dan nomor halaman. Jika dari sumber yang sama dikutip lagi, pada catatan kaki ditulis ibid. (singkatan dari ibidum) yang artinya sama persis sumbernya dengan catatan kaki di atasnya. Jadi mirip dengan idem atau sda. Untuk sumber yang telah disisipi sumber lain, digunakan istilah op. cit. (singkatan dari opere citato). Untuk sumber dari majalah dan koran yang telah disisipi sumber lain digunakan istilah loc. cit. (singkatan dari loco citato).
Contoh:
1 Ratna Wilis Dahar, Teori-Teori Belajar (Jakarta: Depdikbud, 1988), hal. 18.
2 Nurhadi, Membaca Cepat dan Efektif (Bandung: Sinar Baru, 1986), hal. 25
3 Ibid., hal. 15
4 Ratna Wilis Dahar, op.cit., hal. 17
Catatan kaki di atas menunjukkan bahwa sumber nomor 3 sama dengan sumber nomor 2. Sumber nomor 4 sama dengan nomor 3.

Tujuan
Tujuan kutipan
( ‾▿‾)-σ menegaskan isi uraian
( ‾▿‾)-σ membuktikan apa yang dikatakan
( ‾▿‾)-σ menunjang apa yang diungkapkan
Tujuan catatan kaki
( ‾▿‾)-σ pendukung keabsahan penemuan atau pernyataan penulis yang tercantum di dalam teks atau sebagai petunjuk sumber
( ‾▿‾)-σ tempat memperluas pembahasan yang diperlukan tetapi tidak relevan jika dimasukkan di dalam teks, penjelasan ini dapat berupa kutipan pula
( ‾▿‾)-σ referensi silang, yaitu petunjuk yang menyatakan pada bagian mana/halaman berapa, hal yang sama dibahas di dalam tulisan
( ‾▿‾)-σ tempat menyatakan penghargaan atas karya atau data yang diterima dari orang lain


Cara Penggunaan
Cara penggunaan catatan kaki
» Penomoran:
1. Penomoran catatan kaki dilakukan dengan menggurakan angka Arab (1, 2 dan seterusnya) di belakang bagian yang diberi catatan kaki, agak ke atas sedikit tanpa memberikan tanda baca apapun. 
2. Nomor itu dapat berurut untuk setiap halaman, setiap bab, atau seluruh tulisan.
» Penempatan:
1. Catatan kaki dapat ditempatkan langsung di belakang bagian yang diberi keterangan (catatan kaki langsung) dan diteruskan dengan teks.
2. Cara yang lebih banyak dilakukan ialah dengan meletakkannya pada bagian bawah (kaki) halaman atau pada akhir setiap bab.
3. Antara catatan kaki dengan teks dipisahkan dengan garis sepanjang baris.
Cara pengunaan kutipan
» Penulis mempertimbangkan bahwa kutipan itu perlu
» Penulis bertanggung jawab penuh terhadap ketepatan dan ketelitian kutipan
» Kutipan dapat terkait dengan penemuan teori
» Jangan terlalu banyak mempergunakan kutipan langsung
» Penulis mempertimbangkan jenis kutipan, kutipan langsung atau kutipan tak langsung
» Teknik penulisan kutipan dan kaitannya denga sumber rujukan.

sumber:

Senin, 05 November 2012

Berbeda itu Indah


Coba bayangin deh kalau di dunia ini cuma ada satu ras manusia. Lalu hanya ada satu agama saja. Kemudian bayangkan lagi di dunia yang seluas ini, cuma ada satu kebudayaan yang berlaku. Daaan, tidak ada berbagai negara, karena hanya ada satu negara saja dengan satu bahasa saja. Gimana menurut kamu? Apakah dunia jadi tempat yang menyenangkan dan penuh kedamaian? Atau justru jadi tempat super membosankan?
Saya pilih yang terakhir. Karena saya tidak ingin berada di sebuah tempat yang semua orangnya serba sama. rasanya bak robot yang enggak ‘hidup’. Esensi travelling ke tempat baru jadi jauh lebih berkurang. Karena kita akan ketemu orang yang itu-itu saja denagn tradisi yang sudah kita hafal. Acara televisi dan film yang membahas budaya-budaya eksotis jadi tiada. Semua model di majalah dan TV mukanya gitu-gitu aja. hari libur berkurang karena cuma ada hari raya satu agama. Acara bertukar pikiran enggak lagi menggigit. Soalnya semua orang punya kerangka berpikir yang sama.
Sebenarnya saya bersyukur sekali berada di Indonesia. Dengan motto Bhineka Tunggal Ika, seharusnya inilah negara idaman banyak orang. Tapi lama kelamaan, motto tersebut luntur begitu saja. Semakin banyak orang yang saling membenci atas nama perbedaan. Beda budaya, beda agama, beda bahasa. Sepertinya perbedaan jadi alasan kuat untuk membenci.
Kenapa kita mesti membenci orang hanya karena berbeda? Kalau kita begitu yakin pada apa yang kita percaya, seharusnya kita enggak gampang merasa terancam sama kepercayaan orang lain. berbeda itu indah. Karena kita bisa memperkaya diri dengan tahu hal-hal baru. Karena kita bisa melihat dari sudut pandang berbeda. Karena dunia terlalu menarik untuk dibuat seragam. Jangan takut sama perbedaan. Takutlah pada keseragaman yang dipaksakan.
***
Karangan diatas adalah karangan yang bersifat Deduktif, karena menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu lalu bagian yang khusus. Awalnya menjelaskan bagaimana kalau perbedaan itu tidak ada, dan pada akhirnya menegaskan bahwa sesungguhnya perbedaan itu indah. Kalimat utama karangan ini ada pada paragraf terakhir.
“berbeda itu indah. Karena kita bisa memperkaya diri dengan tahu hal-hal baru.”
 

(c)2009 Dian Mahardika. Based in Wordpress by wpthemesfree Created by Templates for Blogger